Not Really a Book Review: The Subtle Art of Not Giving a F***

Permasalahan hidup saya pada jam delapan pagi hari minggu sangatlah sepele: memilih antara menyelesaikan pesanan rajutan, meneruskan buku bacaan yang belum selesai, atau menonton ulang maraton serial the game of thrones. Simpel.

Bukan permasalahan besar seperti memikirkan apakah hari ini saya bisa survive bersembunyi di bawah bangunan rapuh di antara suara dentuman tembakan, apakah saya masih hidup keesokan paginya setelah melalui hari yang sangat dingin dalam kondisi kelaparan, atau apakah malam ini saya kembali diajak berlarian berpindah tempat untuk mencari persembunyian yang lebih aman.

Baca lebih lanjut

Iklan

Winter Course Program (Ibaraki University): Sebuah Catatan Pengingat

Ibaraki University

Awal desember tahun ini, saya berkesempatan mengikuti program Winter Course, kerjasama Ibaraki University dengan prodi Bioteknologi UGM, selama satu minggu. Program ini dibiayai penuh oleh pihak Ibaraki. Saya bersama 2 orang teman saya menjadi wakil dari UGM, untuk kemudian bergabung dengan mahasiswa S2 lainnya perwakilan dari Ibaraki, UNUD dan IPB. Ini adalah janji yang saya buat selama mengikuti program ini, sepulangnya ke Indonesia, saya akan membuat catatan mengenai apa yang saya peroleh sebagai hasil belajar selama satu minggu di sana, siapa tahu informasi ini akan berguna bagi orang lain, dan pengingat bagi diri saya sendiri.

Baca lebih lanjut

Life Balance dan Pemakluman Tanpa Batas

Balance. Begitu bahasa kerennya.

Suatu penggambaran mengenai terciptanya keseimbangan dalam menjalani berbagai aspek kehidupan. Keluarga dan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, karir, dan yang paling utama – hubungan vertikal dengan Tuhan.

Semua orang mendambakan kehidupan yang seperti itu, atau minimal, mendekati seperti itu. Suatu keseimbangan, ketika segala sesuatu dalam ruang lingkup kita, berjalan sebagaimana mestinya. Namun, kenyataannya tidak semudah itu diwujudkan. Baca lebih lanjut

Mengawinkan Sains dan Sastra, Sedemikian Sulitkah?

Kemajuan dunia perbukuan di Indonesia memang luar biasa belakangan ini. Semakin banyak anak bangsa yang berani menyumbangkan ide dan pemikiran mereka melalui tulisan, dalam konteks ini yakni dalam bentuk buku. Karena apabila karya tulis dalam bentuk online maupun media cetak ikut dihitung, maka ruang lingkupnya menjadi terlalu luas. Dengan adanya teknologi digital seperti sekarang, semua orang bisa menjadi penulis, apa saja bisa ditulis. Kalau begitu, mari kita batasi tulisan ini hanya pada pembahasan mengenai buku-buku dengan tema non-ilmiah, yaitu sains fiksi. Baca lebih lanjut

Mempelajari Tuhan Melalui DNA

Saat ini saya sedang tergila-gila (iya, sungguh!) untuk mempelajari DNA. Iya, DNA atau Deoxyribonucleic Acid, atau secara sederhananya, informasi genetik yang ada di dalam makhluk hidup, di dalam kita. Meskipun masih sering tidak nyambung dengan materi yang dijelaskan maupun dibaca, tapi di usia yang seperempat abad inilah saya bertemu dengan apa yang menjadi passion saya; Biologi Molekular. Baca lebih lanjut

Menulis Konten pada Personal Blog

Terdapat dua kategori blogger berdasarkan tujuannya menulis di blog: pertama hanya sekadar menulis untuk berbagi cerita, tidak peduli ada yang membaca atau tidak, dan yang kedua, orang yang menulis di blog dengan tujuan finansial. Karena sudah banyak blogger yang membahas tentang tipe yang kedua, dan saya sendiri bukan termasuk tipe tersebut, maka saya hanya akan membahas tipe yang relevan dengan saya, yaitu tipe yang pertama. Baca lebih lanjut

Survey Kesederhanaan, Menemukan Kebahagiaan

Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya ketika survey pendidikan di area pedesaan, tepatnya di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada akhir bulan Mei lalu. Waktu itu awal bulan Ramadan, sehingga suasana haru dan syukur rasanya mudah sekali untuk segera lekat ke dalam hati. Bahkan sampai sekarang, sepertinya pengalaman tersebut masih turut berkontribusi besar terhadap cara pandang saya terhadap konsep syukur dan kebahagiaan, yang ternyata benar – tidak bisa dipisahkan. Baca lebih lanjut